Oleh : Ramadhan eL
Urip Saputra bukan perencana pro. Dia amatiran. Pura-pura mati tapi tidak totalitas jalankan peran matinya itu. Harusnya dia berlatih bagaimana caranya agar tidak bernafas dan bergerak. Itulah Urip, karena terdesak rencananya tidak matang dan gagal total.
Dua hari mati palsu dalam peti, sebenarnya pria berumur 40 tahun itu sudah meyakinkan banyak tetangga dan kerabat jauh bahwa dia benar-benar sudah meninggalkan dunia fana ini. Urip hampir berhasil, sayangnya aksi bodoh warga Rancabungur, Kabupaten Bogor terbongkar karena kelemahan manusiawinya.
Urip tak tahan lagi tidak bergerak selama 2 hari.
Rencana jangka pendeknya, Urip akan pergi pelan-pelan ketika rumah duka sepi meninggalkan peti kosong yang nantinya akan ditangisi tetangga dan kerabat. Rencana itu dibuat untuk menghindari hutang 1,5 Milyar. Pikirang pendeknya jika dia mati, hutang akan diputihkan.
Rencana jangka panjangnya, dia akan memulai hidup baru bersama sang istri yang juga ikut terlibat dalam rencana bodoh itu. Tinggal didesa yang jauh dari siapapun yang kenal mereka dengan identitas baru.
Kedua rencana itu tercium polisi yang banyak mengira video viral itu adalah sebuah prank. Polisi tak bodoh. Urip panik dan lari tapi akhirnya menyerahkan diri setelah di ultimatum Polisi.
Menurut Polisi mati palsu itu bukan merupakan tindak kejahatan. Tak ada yang dirugikan menurut Polisi. Urip pun bisa bebas tapi harus berhadapan lagi dengan hutang 1,5 Milyar yang dipinjamnya pada perusahaan tempat dia bekerja.
Walaupun bukan tindak kejahatan apa yang dilakukan Urip tidak patut dicontoh.
Semua yang palsu tidak baik. Hidung pesek alami itu masih lebih menjanjikan dari hidung mancung palsu.
Kecantikan palsu, siapa yang mau? Hanya orang bodoh yang mau.
Begitu juga dengan cinta palsu. Cinta palsu bukan kejahatan tapi menyakitkan. Jangan anda berpikir cinta palsu itu kebanyakan dilakukan lelaki buaya saja. Tidak. Perempuan juga banyak yang berhati buaya.
Berpura-pura mencintai seorang pria karena hartanya. Perempuan matre atau Gold Digger. Perempuan dengan cinta palsu. “Ada uang, abang sayang. Enggak ada uang, abang ditendang!
Siapa diantara antara anda yang pernah memerankan cinta palsu? Kalau anda segeralah bertobat dan minta maaf. Karena kepalsuan itu akan menjadi beban hidup anda dikemudian hari. Percayalah!
Ada juga kesetiaan palsu, kepatuhan palsu dan karakter palsu. Seperti tindakan asal bapak senang. Bawahan seakan setia dan patuh walaupun apa yang dilakukan akan mencelakai semua orang termasuk atasan.
Bawahan yang punya karakter palsu tidak akan berani menyarankan sesuatu yang baik kepada atasan walaupun itu akan terdengar tidak menyenangkan. Bawahan dengan kepatuhan palsu adalah bawahan penjilat. Bawahan penjilat dengan ide dan pandangan menyesatkan nan menjerumuskan.
Bawahan yang ori adalah bawahan yang terdepan mengingatkan atasannya bahwa jalan yang dilalui sudah sesat. Dalam organisasi apapun, walaupun sedikit tapi kita akan tetap menemukan bawahan yang punya karakter ori ini. Percayalah!
Penulis adalah Kasubag Perencana dan Keuangan Kecamatan Mootilango

Komentar
Posting Komentar